Selasa, 15 Januari 2013

create reading culture


example “Analytical paragraph”

 
Interesting of reading is more important than only able to read. As we know that book is the window of word. By book, we can open our minded and enrich our experiences. But unfortunately, many people don’t understand how most important interesting in reading book or reading culture. Whereas, getting book is easier because every district has general library, every school has library and wherever has book store. Especially in Malang, there is a book store namely Willis book store, there are so many book that it is cheaper than Gramedia book store. This problem has no the nexus of facilities or the price of book. Overall, lacking of motivation and understanding how important in reading book, most of students dislike reading books.
The teachers who very close to the world of education and the parents are as guide of children in home, they must know how to create reading culture as solving above problem. As the teachers have to give motivation and understanding how important in reading book by making interesting technique to read book, and the teachers have to drill students in understanding of book. As the parents are as guide of children in home, they have to create the same hobby like reading then they make family’s library in home. I guess, by family’s library in home can attract children in interesting of reading book, because family’s library can be enjoying place to gather with family. The other hand, the parents invite the children to go hunting book is more frequently than going to mall for shopping.
Having motivation and understanding how important of reading book will create students who have high knowledge. To make real this case, the teachers and the parents have to make collaboration in creating of reading culture. So that way, culture reading will spread in Indonesia.

puisi cinta cahaya mata- kekasih hati







Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....